You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Kunjorowesi
Logo Desa Kunjorowesi
Kunjorowesi

Kec. Ngoro, Kab. Mojokerto, Provinsi Jawa Timur

Kunjungan Delegasi METI dan AOTS Jepang ke Desa Kunjorowesi: Tinjau Sumber Mata Air Guna Atasi Krisis Kekeringan

Administrator 16 Juli 2025 Dibaca 263 Kali
Kunjungan Delegasi METI dan AOTS Jepang ke Desa Kunjorowesi: Tinjau Sumber Mata Air Guna Atasi Krisis Kekeringan

Kunjorowesi, 16 Juli 2025 – Pemerintah Desa Kunjorowesi menerima kunjungan penting dari enam perwakilan Japan’s Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) dan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) pada hari Rabu, 16 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi sumber mata air yang ada di Dusun Sekantong, Desa Kunjorowesi, sebagai langkah awal dalam upaya mencari solusi atas permasalahan kekeringan yang rutin melanda wilayah desa setiap musim kemarau.

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama internasional, khususnya dalam penyediaan solusi atas permasalahan kekeringan yang setiap tahunnya melanda Desa Kunjorowesi saat musim kemarau tiba.

Peninjauan dilakukan di dua titik utama, yakni sumber mata air di Dusun Sekantong serta tandon air di Dusun Kandangan (Telogo). Dalam kegiatan ini, delegasi Jepang didampingi oleh jajaran dari Pemerintah Desa Kunjorowesi, Pemerintah Kecamatan Ngoro dan BPBD Kabupaten Mojokerto.

Dalam paparannya, Sekretaris Desa Kunjorowesi, Rizki Budi Setyawan menjelaskan bahwa Desa Kunjorowesi yang terdiri dari tiga dusun — Sekantong, Kandangan, dan Kunjoro — selama ini telah berupaya keras untuk mencari sumber air bersih. “Kami telah melakukan beberapa kali survei geolistrik dan pengeboran, namun hingga kini belum membuahkan hasil yang signifikan,” jelas Rizki di hadapan rombongan delegasi.

Kepala Desa Kunjorowesi, Susi Darsono, menyambut baik kunjungan delegasi METI dan AOTS Jepang. Ia menyampaikan harapan besar dari masyarakat agar kerja sama ini dapat membawa bantuan teknologi atau solusi konkret untuk mengatasi kekeringan. “Kami berharap kunjungan ini bisa membuka jalan bagi hadirnya teknologi tepat guna yang mampu menjawab persoalan kekeringan yang menahun,” ungkapnya

Lebih lanjut, disampaikan bahwa kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau yang kerap memutus pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya kunjungan ini, masyarakat dan pemerintah desa berharap adanya bantuan teknologi atau kerja sama dari Jepang yang dapat membantu menyelesaikan persoalan kekeringan yang telah lama dihadapi.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Drs. Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, S.H., M.Si, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi setiap upaya penanganan bencana kekeringan di wilayah Mojokerto, termasuk menjembatani kolaborasi internasional seperti yang tengah dijajaki dengan pihak Jepang.

Camat Ngoro, Satriyo Wahyu Utomo, S.IP, M.Si., turut menambahkan bahwa pemerintah kecamatan siap menjadi jembatan komunikasi antara desa dan stakeholder lain untuk mendorong terwujudnya solusi jangka panjang.

Dengan adanya kunjungan ini, besar harapan Pemerintah Desa Kunjorowesi bahwa langkah konkret akan segera dirumuskan, baik dalam bentuk bantuan teknis, teknologi air bersih, maupun kerja sama berkelanjutan untuk penanggulangan bencana kekeringan yang telah lama menjadi tantangan utama bagi masyarakat desa.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan